Sejarah Perkembangan Akupunktur

0

Imu akupunktur merupakan seni pengobatan yang berasal dari Negara Cina dan telah dikenal sejak 4000-5000 tahun yang lalu. Menurut buku Huang Ti Nei Ching ( The Yellow Emperrorl’s Classic Of Internal Medicine ) ilmu ini mulai berkembang sejak zaman batu, dimana digunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. Kasus yang dicontohkan di dalam buku tersebut adalah penyembuhan dengan penusukan jarum batu.

Buku Huang Ti Nei Ching diterbitkan pada zaman Cun Ciu Can Kuo ( 770-221 SSM ). Pada zaman ini ilmu akupunktur berkembang seperti ilmu lainnya, akan tetapi bahan jarum berubah dari batu ke bambu, ke tulang, kemudian ke perunggu. Ahli akupunktur pada zaman tersebut bernama Pien Cie telah brhasil menyembuhakn seorang pangeran bernama Hao dengan jarum perunggu dari ketidaksadarannya selama setengah hari dan mengungkapkan pangalamannya dalam buku Nan Cing.

Pada zaman Dinasti Tang ( 265-960 ) ilmu akupunktur berkembang pesat dan mulai menyebar ke luar negeri Huang Pu Mi seperti Korea, Jepang dan lain-lain. Pada zaman itu hidup seorang akupunkturis yang menuliskan secara terperinci pengalamannya dalam buku Cia I Cing yang sampai saat ini masih dijadikan referensi banyak akupunkturis. Seorang akupunkturis juga hidup pada zaman itu adalah Sun Se Miao ( 581-682 ) menulis buku Cien Cin Yao Fang dan Cien Cin I Fang. Kemudian akupunkturis Cen Cien ( 541-643 ) melukiskan peta berwarna untuk menerangkan meredian dan titik akupunktur serta menguraikan pengobatan moksibusi

.Pada zaman Dinasti Ming (960-1644 ), teknik pencetakan dan seni pahat berkembang luas, ilmu akupunktur tersebar pula bersama edngan ilmu lainnya. Pada masa itu hidup seorang akupunkturis bernama Wang We I yang membuat patung dari perunggu untuk menggambarkan perjalanan meredian dan titik akupunktur. Sedangkan akupunkturis Yang Ci Ceu menuliskan pengalamannya dalam bukunya yang berjudul Cen Ciu Ta Cen, dimana buku inilah yang banyak diterjemahkan dalam bahasa Jepang, Inggris, Jerman, dan Perancis.

Akan tetapi pada zaman Dinasti Cing (1644-1911) ilmu akupunktur tidak banyak mengalami perkembangan. Hanya ada sedikit buku yang dihasilkan pada masa itu seperti I Cung Cin Cien yang cukup bernilai untuk dijadikan referensi.

Advertisements